Jokowi Resmikan 3 Proyek PLTP Pertamina Menjelang Akhir Desember 2016

Menjelang akhir bulan desember 2016, Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan tiga proyek infrastruktur yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT Pertamina yang dibangun dengan dana senilai 532,07 juta dollar AS atau jika disetarakan dengan mata uang rupiah senilai Rp 6,18 triliun.

Berbagai proyek infrastruktur energi yang dibuat oleh Pertamina diharapkan dapat memberikan efek lebih lagi terhadap kehidupan ekonomi masyarakat khususnya yang berada di sekitar PLTP.

Dua proyek yang diresmikan oleh Presiden Jokowi adalah PLTP Lahendong untuk unit 5 dan 6 dengan memiliki kapasitas 2 x 20 MW yang berada di Minahasa, Sulawesi Utara. Dimana proyek ini memiliki nilai 282,07 juta dollar AS yang setara dengan Rp 3,3 triliun. Proyek PLTP yang ada di minahasa dimulai satu tahun belakangan ini sejak 5 Juli 2015 yang saat itu ditargetkan akan rampung pekerjaannya pada Desember 2016 dan untuk unit lainnya pada Juni 2017.

Target yang dibuat ternyata berhasil dicapai bahkan untuk proyek PLTP pertama ini, Pertamina berhasil menyelesaikannya lebih cepat proyek PLTP unit 5 pada tanggal 15 September 2016 yang tiga bulan lebih cepat dan untuk unit 6 juga berhasil dengan cepat penyelesainnya pada 9 Desember 2016 yang enam bulan lebih cepat dari target Juni 2017.

Jokowi Resmikan 3 Proyek PLTP Pertamina Menjelang Akhir Desember 2016

PLTP Lahendong yang dibangun untuk unit 5 dan 6 memakai sistem skema total project sampai menghasilkan listrik telah mampu menambah kapasitas pembangkit di kawasan sekitar Lahendong menjadi 120 Mega Watt (MW).

Dengan adanya proyek ini juga dapat membantu sistem ketenagalistrikan yang ada di Minahasa, Sulawesi Utara dimana dengan tidak kurang 240.000 rumah tangga dapat teraliri listrik.

Pengerjaan proyek ini juga secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan sementara untuk tenaga kerja lokal sebanyak 42,68 persen dimana selama pengerjaan telah menyerap lebih kurang total tenaga kerja 1.800 orang.

Proyek PLTP lainnya yang juga diresmikan oleh Jokowi adalah PLTP Ulubelu untuk unit 3 di Lampung yang memiliki kapasitas 1 x 55 MW dengan jumlah investasi 250 juta dollar AS atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 2,8 triliun. Untuk proyek ini juga dibangun dengan menggunakan skema total project sama dengan dua proyek sebelumnya.

Pengerjaan proyek PLTP Ulubelu untuk unit 3 dimulai juga tepanya tahun lalu pada tanggal 5 Juli 2015 dengan memasang target selesai di bulan Agustus 2016, namun pada kenyataannya seperti dua proyek yang ada di Sulawesi lebih cepat dari target maka proyek di Lampung ini juga sama dimana berhasil selesai pada tanggal 26 Juli 2016 satu bulan lebih cepat.

Selama pengerjaan proyek PLTP Ulebelu yang berada di Tanggamus, Lampung telah menyerap tenaga kerja lokal hingga 50,89 persen dari total tenaga kerja yang diserap mencapai 3.000 orang. Dengan adanya tiga proyek PLTP Pertamina yang telah diresmikan presiden Jokowi maka diharapkan kinerja serta kualitas dan layanan yang diberikan perusahaan BUMN ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.