Kerjasama PT KAI dengan Pertamina dalam Pengujian LNG

PT Kereta Api Indonesia mengadakan uji coba dalam hal penggunaan LNG dari Pertamina sebagai bahan bakar gas yang dapat digunakan untuk kereta pembangkit. Salah satu penyebabnya adalah diperkirakan dengan menggunakan BBG ini dapat menghemat pengeluaran PT KAI hingga mencapai milyaran rupiah.

Keberhasilan Pertamina membuat produk Gas Alam Cair atau Liquid Natural Gas (LNG) menarik minat KAI untuk mengadakan kerjasama. Kedua perusahaan BUMN ini bukan hanya sekedar melakukan kerja sama tetapi juga berupaya untuk saling memberikan manfaat satu sama lain. Pertamina sebagai pencipta produk LNG berupaya untuk menghasilkan produk berkualitas, sedangkan KAI yang bisa dikatakan sebagai konsumen turut andil dalam menguji kualitas dari produk LNG Pertamina.

Kereta Pembangkit pada rangkaian kereta api berguna untuk memberikan pasokan listrik ke seluruh bagian kereta api sehingga pasti membutuhkan bahan bakar berlebih, ini juga yang menjadikan pihak PT Kereta Api mencoba produk dari Pertamina, seperti yang diungkapkan oleh Dwiyana Slamet Riyadi sebagai Corporate Deputy Director Of Technical Engineering and Rolling Stock Assets.

Kerjasama PT KAI dengan Pertamina dalam Pengujian LNG

Dengan adanya kerjasama ini, yang semula kereta pembangkit memakai BBM biasa sekarang telah mulai diganti dengan LNG yang berperan untuk memberikan sumber energi pada kereta pembangkit.

Berdasarkan paparan Dwiyana, pemakaian bahan bakar menghabiskan porsi 30 persen dari biaya utama produksi PT KAI. Penggunaan Solar selama ini untuk kereta pembangkit untuk wilayah Jawa saja telah menghabiskan 200 juta liter per tahun.

Harapan besar seperti yang disampaikan Dwiyana dengan diberlakukannya konversi BBM ke BBG yang dapat digunakan untuk kereta pembangkit maka bisa menghemat pengeluaran pemakaian bahan bakar serta biaya yang dikeluarkan.

LNG yang digunakan oleh KAI selain bisa menghemat juga membuat kereta api juga ikut serta dalam menjaga lingkungan. Seperti yang telah diketahui, Pertamina berupaya menciptakan solusi bahan bakar ramah lingkungan dan berdasarkan pengujian yang ada maka produk LNG yang memenuhi kriteria tersebut. Dengan penggunaan LNG juga membuat KAI dapat menjalankan program visi misi nya yang memang mengutamakan dalam hal menjaga lingkungan.

Uji coba yang dilakukan dengan menggunakan LNG memberikan hasil yang positif dimana lebih irit, efisien dan memberikan performa berlebih pada motor diesel kereta api pembangkit jadi lebih baik. Selain itu juga, dari sisi perawatan berdasarkan hasi pengujian yang di lakukan pada tahun ini juga diperoleh bahwa mesin jadi lebih efektif dan efisien.

Pengujian yang dilakukan KAI berkerja sama dengan Pertamina mengacu pada UU No 30 tahun 2007 yang membahas tentang Energi. Pada perundangan yang ada dijelaskan untuk lebih mengurangi pemakaian minyak bumi karena lambat laun akan habis dan tidak dapat diperbaharui, oleh karena itu perlu adanya diversifikasi sumber energi.

Walau KAI belum memastikan besar angka yang dapat dihemat jika menggunakan LNG, pihak Pertamina mencoba membuat perhitungan dengan digunakannya LNG di kereta pembangkit maka dapat mengurangi pemakaian solar yang saat ini 200 juta per tahun menjadi 160 juta liter per tahun dan jika dibuat perhitungan angkanya dalam hitungan uang maka lebih kurang sekitar Rp 84,5 miliar dapat di hemat KAI saat menggunakan produk LNG.

Hasil pengujian yang dilakukan Pertamina pada KAI jika sukses maka pada tahun 2018 semua kereta api di Indonesia akan lebih disarankan untuk beralih menggunakan LNG yang lebih ramah lingkungan serta dapat membantu penghematan dalam hal apapun baik biaya maupun pemakaian bahan bakar. Ke depannya jika ada yang bertanya kereta api menggunakan bahan bakar apa maka jawabnya adalah LNG.

error: Alert: Content is protected !!