Mobil Listrik Hibrida Menjadi Proyek Terbaru dari Nissan

Mobil Listrik Hibrida – Perusahaan Nissan beberapa hari terakhir ini mengumumkan akan membuat sebuah kendaraan yang menggunakan teknologi hibrida disebut dengan plug-in hybrid electic vehicle (PHEV). Ini menjadi rencana lanjutan setelah sebelumnya Nissan telah melakukan pembelian 34 persen saham Mitsubishi Motor Corporation (MMC).

Adanya rencana tersebut sangat menjelaskan bahwa Nissan bersunggguh-sungguh ingin menciptakan mobil yang berbasis elektrik dengan mengadopsi platform dari kendaraan miliki mobil merk Mitsubishi.

Mobil Listrik Hibrida Menjadi Proyek Terbaru dari Nissan

Nissan melihat ada beberapa bagian dari kendaraan Mitsubishi yang belum ada ditemukan pada mobil Nissan, seperti halnya kendaraan jenis PHEV yang merupakan kendaraan menggunakan tenaga mesin listrik serta mesin konvensional. Pada jenis ini yang menjadi sumber tenaga utama adalah motor listrik.

Baterai pada kendaraan PHEV tidak selalu utama menjadi penggerak mobil seperti halnya saat tenaga baterai mulai berkurang maka yang berperan adalah piston dengan melakukan pengisian baterai dan menjadi pengganti sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan mobil. Kelebihan lainnya mobil yang menggunakan sistem PHEV pengecasan dapat dilakukan pada sumber listrik yang ada di rumah maupun pada tempat pengisian listrik layaknya pengisian bahan bakar pada kendaraan yang menggunakan bbm.

baca juga: Nissan Navara Mendapatkan Dua Penghargaan di Desember 2016

Kedepannya Nissan akan mengembangkan sitem PHEV tersebut pada setiap kendaraan yang diproduksi, dengan melakukan kerja sama dengan Mitsubishi maka hal tersebut dapat mengurangi biaya pengembangan yang sangat mahal apabila dilakukan sendirian. CEO Nissan Charles Ghosn menyatakan juga walau teknologi yang digunakan sama dalam hal mobil yang akan diproduksi dipastikan tidak akan serupa. Nissan yang sudah memiliki karakter desain dan spesifikasi seperti yang sangat dominan pada Nissan X-Trail, Mobil SUV Paling Tangguh dan Nyaman maka tidak mungkin akan membuat yang sama dengan Mitsubhisi.

Kerja sama yang dilakukan antara kedua perusahaan ini disebut dengan pengembangan teknologi yang bertujuan untuk mengembangkan produk, jadi sah-sah saja jika untuk teknologi saling bekerja sama tetapi untuk pengembangan produk seperti desain dan lainnya tidak mungkin akan bisa sama.

Berbagai teknologi yang dilakukan akan melibatkan mobil Nissan dan mobil dari Mitsubishi denganĀ  produknya Outlander PHEV. Saat ini Nissan telah berupaya untuk melakukan riset dan pengembangan lebih lanjut di Erop dengan diketuai oleh Takashi Shirakawa yang akan menghasilkan kendaraan murni menggunakan teknologi listrik.

Sistem kerja sama yang akan dilakukan masih dalam tahap pembicaraan, yang jelas menurut Ghosn karena teknologi PHEV baru pertama sekali akan diterapkan maka Nissan lebih memilih untuk mengadopsi terlebih dahulu teknologi PHEV pada Mitsubhisi Outlander PHEV karena dengan begitu akan lebih memudahkan untuk memahami cara kerja teknologi tersebut.

Artikel Bagus:
Tempat Wisata di Singapura : Tempatwisata.biz.id