Pertamina Berencana Melakukan Ekspansi Ke Luar Negeri

Perusahaan Pertamina sedang berupaya untuk lebih memperluas pemasaran produk yang ada dengan melakukan ekspansi agar mendapatkan ladang minyak yang ada di luar negeri dimana dengan melakukan hal ini bertujuan untuk mengamankan pasokan kebutuhan di masa yang akan datang.

Sambil mengerjakan proyek baru untuk membangun kilang minyak di Bontang dan Tuban, Pertamina juga sedang berupaya untuk menggarap proyek revitalisasi (refinery development master plan/RDMP) di empat tempat kilang antara lain Dumai, Cilacap, Balikpapan dan Balongan. Untuk proyek ini, Pertamina memerlukan ivestasi sampai USD36,79 miliar yang diharapkan proyek dapat selesai pada tahun 2023.

Begitu proyek-proyek yang dijalankan selesai, maka kebutuhan minyak mentah akan menjadi meningkat dengan bertambahnya jumlah kapasitas kilang. Sebagai contoh, dua kilang yang baru saja dapat memproduksi 600 ribu barel per hari, ditambah dengan 415 ribu barel per hari yang didapatkan dari proyek revitalisasi empat kilang seperti yang dijelaskan di atas.

Pertamina Berencana Melakukan Ekspansi Ke Luar Negeri

Dengan demikian perlu upaya yang harus dilakukan Pertamina untuk mendapatkan pasokan minyak mentah yang akan digunakan untuk kilang-kilang yang ada dengan cara melakukan ekspansi dalam hal pengelolaan ladang migas di luar negeri. Untuk saat ini, Pertamina sedang fokus agar bisa mendapatkan hak pengelolaan dua ladang minyak serta gas Ab-Teymoura dan Mansouri di Iran.

Perusahaan membuat target tepatnya di tahun 2017 rencana melakukan ekspansi sudah bisa dimulai dengan memasukkan proposal pada bulan Februari 2017 dimana terdapat penjelasan tentang kemampuan techincal dan perhitungan finansial dimana kedua hal ini menjadi permintaan dari pihak yang ada di Iran seperti yang disampaikan oleh Syamsu Alam Direktur Hulu Pertamina.

Apabila proposal yang diajukan diterima, maka Pertamina Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan dapat menargetkan untuk menjadi operator di dua blok yang mempunyai total cadangan lebih kurang 3 miliar barel. Untuk sistem kerja sama yang akan dilakukan nantinya berupa service contract yang akan memudahkan Pertamina untuk mendapatkan bagian dari minyak dan gas hasil produksi.

Sistem kerja sama seperti ini telah diterapkan dan berhasil dilakukan di Irak, yang setiap hasil produksinya maka Pertamina mendapatkan per barelnya dengan angka yang telah disepekati bersama kedua belah pihak.

Rencana yang akan dilakukan oleh Pertamina untuk mengekpansi keluar negeri mendapatkan sorotan dari Dirgo Purbo sebagai Staf pengajar geoekonomi Lembaga Pertahanan Nasional atau Lemhanas yang menyatakan bahwa biaya pembangunan kilang sebaiknya tidak hanya dilihat dari satu aspek saja, tetapi juga perlu untuk memasukkan biaya sumber ladang dari minyaknya juga. Ini menjelaskan bahwa saat ingin membangun kilang harus mendapatkan jaminan supply minya selama minimal delapan tahun.

Ekspansi Pertamina ke luar negeri yang dilakukan menurut Dirgo sebaiknya memastikan dengan memiliki tim intelijen petroleum agar dapat memastikan sumber minyak yang akan digunakan nantinya bisa dapat memasok minimal delapan tahun dengan jumlah kapasitas volume yang tetap.

Beliau juga lebih menyarankan untuk mendapatkan minyak sebaiknya dipertimbangkan tidak hanya pada spot charter basis saja tetapi juga memperhitungkan jaminan pasokan minyak dalam jangka panjang.

Pertamina Berencana Melakukan Ekspansi Ke Luar Negeri | admin | 4.5
error: Alert: Content is protected !!