Sektor Pariwisata Jambi Masih Belum Dimanfaatkan Dengan Baik

Kerinci yang sudah setahun belakangan ini mendapatkan predikat sebagai destinasi wisata Provinsi Jambi, pada tahun 2017 ini untuk bidang pariwisata mendapatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 16 miliar.

Dana yang ada tersebut ditargetkan untuk membuat infrastruktur lebih baik, sektor pariwisata lebih ditingkatkan serta berupaya agar jumlah kunjungan wisatawan pemula maupun yang sudah pernah menjadi lebih meningkat dari sebelumnya.

Hanya saja menurut peneliti dari the Environment Tourism Social and Development Centers, Nicolas Lumanauw menyatakan bahwa untuk konsep mengembangkan pariwisata agar lebih baik belum dimiliki oleh Jambi.

Sektor Pariwisata Jambi Masih Belum Dimanfaatkan Dengan Baik

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, harusnya Jambi dapat lebih menonjolkan pariwisata budaya dibandingkan wisata alam karena tidak ada daerah lain di Indonesia yang memiliki sejarah serta warisan budaya asli masih melekat seperti Jambil. Salah satu contoh warisan budaya asli adalah agama Budha yang tinggi nilainya dimana menjadi satu- satunya tempat peribadatan agama Budha Tantri Mahayana di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan satu- satunya yang ada di Asia Tenggara.

Kelebihan Jambi lainnya adalah adanya kegiatan dari orang lokal oleh suku kubu di bukit 12 dimana menurut Nicolas jika hal ini lebih ditonjolkan maka sektor wisata Jambi akan bangkit. Dengan begitu juga, wisatawan luar akan berdatangan hanya untuk sekedar melihat dan juga wisatawan seperti mahasiswa maupun siswa dari negara- negara Asia Tenggara akan tertarik untuk melakukan study tour ke Jambi.

Mengangkat kebudayaan lokal jadi objek wisata sangat tepat dilakukan Jambi, jadi tidak harus mengikuti negara lainnya seperti tempat wisata di singapura : tempatwisata.biz.id yang lebih berfokus ke tempat- tempat yang menarik untuk dikunjungi selama wisatawan berada di Singapura.

Menurut Nicolas berbicara objek wisata Jambi tidak harus memfokuskan ke wisata alam yang dari segi wisata gunung pastinya akan jauh tertinggal dari daerah lainnya di Jawa, selain itu juga apabila berbicara danau yang ada di Kerinci pasti juga tidak bisa menyaingin Danau Toba yang ada di Sumatera Utara.

baca juga : Kejujuran Petugas Bandara Letung Kembalikan Perhiasan Turis Asing

Kekurangan sektor pariwisata di Jambi juga tidak lepas dari masih minim promosi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini pemerintah kabupaten/kota seperti yang juga diungkapkan oleh Ali Siwon sebagai Ketua Dewan Pengawas Tata Krama (DEPETA) Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA).

Gubernur Jambi Zumi Zola sebenarnya telah memberikan arahan dengan jelas dan sudah melakukan banyak hal untuk mempromosikan Jambi bahkan terakhir bersama ASITA melakukan promosi ke Provinsi Xi’an di Cina. Namun pihak yang diberikan kewenangan untuk mengeksekusi belum menjalankan dengan baik.

Selain kebudayaan lokal yang bisa ditonjolkan untuk menjadi objek wisata, juga ada beberapa tempat seperti Geopark Merangin yang biasa dijadikan tempat arung jeram, Candi Muara Jambi, Kota Jambi, serta Kerinci sendiri yang memiliki potensi untuk menjadi objek wisata sehingga jika wisata alam belum bisa membantu masih ada alternatif lainnya yang bisa dipilih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *