Tanda Tangan Perjanjian Joint Venture Pertamina dengan Saudi Aramco

Tepan di bulan desember 2016 akhirnya Pertamina dan Saudi Aramco menandatangani Joint Venture Development Aggrement (JVDA) yang merupakan tonggak awal bagi keduanya dalam mengembangkan serta mengoperasikan Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

Perjanjian kerjasama yang ada ditandangani Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto dan Amin Nasser sebagai CEO Saudi Aramco bertempat di Kantor Pusat Pertamina Jakarta. Kerja sama yang dilakukan ini merupakan bagian kelanjutan dari Heads of Agreement (HoA) yang sebelumnya pada tahun 2015 tepatnya di bulan November telah ditandatangani juga oleh kedua belah pihak dimana pada saat itu telah disepakati untuk melakukan Joint Venture satu tahun berikutnya, tepatnya di tahun 2016 ini untuk proyek pengembangan selanjutnya.

Adapun tujuan diadakan perjanjian ini menurut Dwi Soetjipto merupakan komitmen dari kedua perusahaan yang ingin secara bersama-sama mengembangkan serta memperkuat infrastruktur bidang energi seperti halnya paling utama proyek kilang minyak. Peningkatan serta perluasan kilang cilacap akan membantu meningkatnya daya saing usaha hilir Pertamina dengan membuat produk kilang yang lebih bernilai tinggi serta ramah lingkungan.

Tanda Tangan Perjanjian Joint Venture Pertamina dengan Saudi Aramco

CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan pertumbuhan ekonomi yang menjadi target utama dari pemerintah Indonesia merupakan hal yang luar biasa dimana dengan mempersiapkan investasi pada bagian sektor infrastruktur dan energi. Dengan adanya perjanjian kerja sama Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan dengan Saudi Aramco maka dapat memaikan peran yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin lama semakin meningkat yang terjadi juga pada Negara Indonesia.

Refinery Cilacap menjadi salah satu bagian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina dimana untuk kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 400.000 barel per hari dan dirancang untuk memproses minyak mentah yang disediakan oleh Saudi Aramco dari Arab. Dengan adanya perjanjian ini maka nantinya akan menghasilkan produk dengan memiliki spesifikasi Euro V, petrokimia dasar, dan Group II Base Oil yang berguna untuk pelumas.

Kemitraan yang terjadi antara Pertamina dan Saudi Aramco selain untuk mengatasi peningkatan permintaan bahan bakar juga dapat meningkatkan daya saing dari kilang-kilang yang ada di Indonesia serta juga dapat berkontribusi dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan energi.

Melalui perjanjian kerja sama yang ada, disepakati bahwa Pertamina akan memiliki saham 55% dan Saudi Aramco memiliki saham 45% untuk struktur kepemilikan Kilang Minyak di Cilacap yang telah di upgrade nantinya. Untuk saat ini telah dimulai proses peningkatan dan telah menyelesaikan konfigurasi dengan melakukan pemilihan licensor teknologi dengan memulai pekerjaan Basic Engineering Design dengan penargetan selesai pada kuartal pertama 2017. Dengan adanya penandatangan kesepakatan tersebut menjadi cara untuk membuka jalan dalam melanjutkan ke tahap Front End Engineering Design (FEED) tepatnya pada kuartal kedua di tahun 2017 dan dengan startup proyek yang ditargekan pada tahun 2021.

Tanda Tangan Perjanjian Joint Venture Pertamina dengan Saudi Aramco | admin | 4.5
error: Alert: Content is protected !!